Tutup Muka! Kualitas Hidup Jakarta Urutan 231 dari 242 Kota

Sejumlah kendaraan melintas di tol Jor, Jakarta, Jumat, 23/12. Masyarakat sudah mulai berlibur hal ini terlihat dari meningkatnya angka mobilitas kendaraan dari Jakarta ke luar kota. Ratusan ribu kendaraan sudah meninggalkan Jakarta, terjadi peningkatan signifikan. (CNBC Indonesia/Muihammad Sabki)

Numbeo yang merupakan sebuah data base yang membuat peringkat kota-kota di dunia berdasarkan statistik. Dalam websitenya merilis kota dengan indeks kualitas hidup terbaik di dunia. Kota di negara mana saja? simak daftarnya.

Dari daftar tersebut, Kota The Hague yang merupakan sebuah kota di Belanda ini menjadi kota dengan indeks kualitas hidup paling baik dengan skor sebesar 217.1. Dari berbagai indikator kota Th Hague tercatat unggul.

Sebagai informasi, Indeks kualitas hidup dihitung dengan menggunakan rumus empiris yang memperhitungkan indeks daya beli ( jika lebih tinggi lebih baik), indeks polusi (lebih rendah lebih baik), rasio harga rumah terhadap pendapatan (lebih rendah lebih baik).

Selain itu, dihitung pula berdasarkan indeks biaya hidup (lebih rendah lebih baik), indeks keselamatan (lebih tinggi lebih baik), indeks perawatan kesehatan (lebih tinggi lebih baik), indeks waktu perjalanan lalu lintas (lebih rendah lebih baik) dan indeks iklim (lebih tinggi lebih baik).

Lalu bagaimana dengan indeks kualitas hidup di Jakarta?

Berdasarkan data Numbeo, indeks kualitas hidup di Jakarta masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan kota di negara yang lain Indeksnya tercatat di angka 74.5. . Jika diperingkatkan dari 242 kota di dunia yang di analisis Numbeo Jakarta berada di peringkat 231. Peringkat 12 dari yang terbawah.

Pemerintah sebagai pemangku kebijakan dapat dikatakan berhasil membangun wilayah kerjanya apabila mampu mewujudkan kualitas hidup yang baik untuk warganya.

Salah satu indikator untuk mengukur kualitas hidup tersebut dapat dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan indikator penjelas bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.

IPM sendiri disusun dari 4 (empat) komponen pembentuk yaituUmur Harapan Hidup saat Lahir (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran Per Kapita/tahun Disesuaikan (PPP).

Jika menilik data statistik Jakarta yang diterbitkan Bappeda Pada tahun 2021, IPM Provinsi DKI Jakarta kembali naik sebesar 0,42% dibanding tahun lalu yang mulanya bernilai 80,77 menjadi 81,11.

Kenaikannya pun lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 0,01%. IPM Provinsi DKI Jakarta juga masih tertinggi di Indonesia dengan status IPM Sangat Tinggi (nilainya di atas 80) bersama dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*