Menteri Trengggono: Investasi di Kelautan dan Perikanan Tak Cuma Ikan

Menteri Trengggono: Investasi di Kelautan dan Perikanan Tak Cuma Ikan

Menteri Perikanan dan kelautan RI, Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan pemaparan dalam diskusi panel Indonesia Marine And Fisheries Business Forum 2024, di Fairmont Jakarta, pada Senin (5/2/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Menteru Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, sektor kelautan dan perikanan Indonesia tak hanya menyimpan potensi investasi di bidang perikanan. Tapi ada sederet bidang yang bisa dikembangkan dan potensial untuk investasi menguntungkan.

Hal itu disampaikan dalam Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta hari ini, Senin (5/2/2024).

Trenggono memaparkan, investasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia per kuartal empat tahun 2023 melonjak 49,52% jadi Rp9,56 triliun dibandingkan periode sama tahun 2022.

“Pelaung investasi bisa di berbagai aspek, nggak cuma perikanan. Dan bukan hanya di luar negeri, tapi di dalam negeri juga. Karena kebutuhan di dalam negeri sangat tinggi. Konsumsi ikan di dalam negeri saja sudah 13 jutaan ton setahun,” kata Trenggono.

“Pariwisata https://172.104.163.244/ laut juga banyak sekali. Itulah nanti Ocean Big Data. Kemarin saya bekerja sama dengan Denmark, tahun ini kita luncurkan, untuk bisa monitor situasi yang terjaid di lautan setiap jam. Siapa yang buang sampah plastik ke laut? Bisa monitor kapal niaga yang buang kotoran di laut. Itu bisa dideteksi,” tegasnya.

Dia mengatakan, sektor kelautan dan perikanan Indonesia adalah sektor yang bisa ditelusuri. Karena itu, dia mengajak para investor masuk ke sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Tak hanya itu, Trenggono juga langsung mengajak pada Duta Besar negara sahabat yang hadir di forum tersebut, bekerja sama untuk pengembangan dan peningkatan perekonomian kelautan dan perikanan Indonesia. Dengan tetap pada prinsip efisien dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*