Laba Aramco Pecah Rekor! Bisa Biayai Pembangunan RI Setahun

FILE PHOTO: Logo of Saudi Aramco is seen at the 20th Middle East Oil & Gas Show and Conference (MOES 2017) in Manama, Bahrain, March 7, 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed/File Photo

Raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, melaporkan rekor laba bersih tahunan senilai US$ 161,1 miliar atau sekitar Rp 2.474,5 triliun (kurs Rp 15.360) sepanjang 2022. Profit tersebut sekaligus menjadi yang terbesar dalam catatan sejarah perusahaan migas.

Jumlah tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan target penerimaan APBN tahun 2023 yakni sebesar Rp 2.462,62. Termasuk di dalamnya adalah penerimaan pajak sebesar Rp 1.718,03 triliun.

Artinya, penerimaan Aramco pada tahun lalu cukup membiayai hampir seluruh target-target pembangunan Indonesia mulai dari pemindahan ibu kota baru hingga menggaji seluruh PNS.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya terkait dengan perang Rusia-Ukraina.

Mengutip laporan CNN International, angka tersebut melonjak 46% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Besarnya laba itu dipengaruhi harga energi yang lebih tinggi, peningkatan volume penjualan, dan peningkatan margin untuk produk olahan.

Keuntungan mengikuti laporan serupa pada bulan Februari dari perusahaan migas raksasa lainnya seperti BP, Shell, Exxon Mobil, dan Chevron yang sebagian besar membukukan rekor keuntungan tahun lalu.

Adapun, harga minyak meroket pada 2022 dipicu kekhawatiran geopolitik di tengah perang di Ukraina. Hal ini kemudian mendorong inflasi yang tinggi di beberapa negara dunia.

Namun, harga kemudian melandai di akhir tahun karena permintaan yang lebih lemah dari importir utama China setelah memutuskan untuk mengunci kota-kota penting seperti Shanghai karena Covid-19. Selain itu, dunia juga sempat diliputi kekhawatiran kontraksi ekonomi karena situasi ini.

“Mengingat kami mengantisipasi minyak dan gas akan tetap penting di masa mendatang, risiko kurangnya investasi di industri kami adalah nyata – termasuk berkontribusi pada harga energi yang lebih tinggi,” kata kepala eksekutif Aramco Amin Nasser dalam pernyataannya.

“Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan tidak hanya berfokus pada perluasan produksi minyak, gas, dan bahan kimia, tetapi juga berinvestasi dalam teknologi rendah karbon baru dengan potensi untuk mencapai pengurangan emisi tambahan.”

Pengeluaran modal Aramco naik 18% menjadi US$ 37,6 miliar pada 2022 dan perusahaan memperkirakan pengeluaran tahun ini sekitar US$ 45 miliar hingga US$ 55 miliar, termasuk investasi eksternal.

Untuk dividen, Aramco mengumumkan dividen sebesar US$ 19,5 miliar untuk kuartal keempat 2022, meningkat 4% dari kuartal sebelumnya. Dewan perusahaan juga merekomendasikan untuk menerbitkan saham bonus, dengan pemegang saham yang berhak menerima satu saham untuk setiap 10 saham yang dimiliki.

Sementara itu, arus kas bebas perusahaan mencapai rekor US$ 148,5 miliar pada 2022, dibandingkan dengan US$ 107,5 miliar pada 2021.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*