Jejak Suram Bom Bunuh Diri di RI, Lebih 10 Kali Terjadi

Aparat kepolisian berjaga di jalan dekat lokasi serangan bom bunuh diri di Bandung, Indonesia pada 7 Desember 2022. Menurut informasi dari kepolisian, serangan bom bunuh diri di kantor polisi Astanaanyar pada pagi hari waktu setempat, menewaskan pelaku, satu polisi, dan melukai orang lain.(Taofik Hidayat Ahmad/Anadolu Agency via Getty Images)

Aksi yang diduga merupakan bom bunuh diri di Kota Bandung, tepatnya terjadi di Mapolsek Astana Anyar pada Rabu (7/12/222) pagi. Aksi terorisme yang dilakukan oleh seseorang pria yang aksinya disebut-sebut lone wolf.

Seperti diketahui, lone wolf adalah istilah dari pelaku terorisme yang menjalankan aksinya seorang diri dan tidak terafiliasi oleh organisasi apapun. Sama seperti yang dilakukan teroris berinisial ZA yang menyerang Mabes Polri pada Maret 2021 lalu merupakan lone wolf, namun berideologi ISIS.

Sebelum ledakan terjadi, seorang laki-laki masuk ke Mapolsek Astana Anyar dan mengacungkan senjata tajam. Ia juga menerobos barisan apel pagi. Setelah itu terdengar suara ledakan yang menewaskan seorang pelaku. Sementara tiga anggota polisi luka-luka.

Selain bandung, berikut beberapa kasus bom bunuh diri yang telah terjadi di Tanah Air.

Kasus Bom Bunuh Diri Di Indonesia

Berdasarkan Riset CNBC Indonesia yang dirangkum dari tahun 2000, ledakan bom terjadi di gereja-gereja di 13 kota di Indonesia pada malam Natal tahun 2000. Mulai dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Mataram, dan lain-lain.

Serangan yang terjadi secara serentak ini menyebabkan 16 orang meninggal dan 96 terluka. Serangan-serangan bom ini dikomandoi oleh Encep Nurjaman alias Ridwan Isamuddin alias Hambali, salah satu pemimpin Jama’ah Islamiyah (JI), semacam afiliasi Al-Qaida di Asia Tenggara. Saat ini, Hambali berada dibawah penahanan militer Amerika Serikat di pangkalan militer Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba.

Kedua, Tiga bom meledak di Bali pada 12 Oktober 2002. Ledakan ini menewaskan 202 orang yang sebagian warga negara asing dan ratusan orang luka. Ledakan pertama terjadi di depan Diskotek Sari Club, Jalan Legian, Kuta. Tidak berselang lama, ledakan kedua terjadi Diskotek Paddy’s yang berada di seberang Sari Club.

Selanjutnya, Bom berdaya ledak mirip dengan ledakan bom Bali meledak di Hotel JW Marriot di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 5 Agustus 2003. Ledakan tersebut menewaskan 14 orang dan membuat 156 orang luka-luka. Pelaku teror ini merupakan kelompok JI. Para pelaku yang terlibat telah divonis tujuh sampai 12 tahun penjara.

Keempat, Bom kembali meledak di Bali pada 1 Oktober 2005. Tiga ledakan bom terjadi di R.AJA’s Bar and Restaurant, Kuta, serta Menega Cafe dan Nyoman Cafe, Jimbaran. Dalam aksi teror ini, 23 orang tewas termasuk pelaku dan ratusan luka-luka. Ledakan ini juga merusak bangunan-bangunan di sekitar lokasi.

Selanjutnya, terjadi lagi ledakan bom di dua hotel berbintang lima yang merupakan jaringan hotel Amerika, JW Marriot dan Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 17 Juli 2009 pagi.

Jumlah yang tewas dalam dua kejadian ini sembilan orang, enam di antaranya warga negara asing, dan 53 orang luka-luka. Dua di antara yang tewas merupakan pelaku bom bunuh diri.

Bom bunuh diri terus terjadi di Indonesia hingga Desember 2022 ini tepatnya di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*