Fortuner Terseret Kasus Sertifikasi, Bos Toyota Indonesia Buka Suara

Fortuner Terseret Kasus Sertifikasi, Bos Toyota Indonesia Buka Suara

Interior Toyota New Fortuner GR Sport saat test Drive di Edutown Arena, BSD, Tangerang Selatan, Jumat, (14/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Toyota di Jepang, pada hari Senin (29/1/2024) menyatakan bakal menangguhkan pengiriman 10 model kendaraan. Penyebabnya adanya temuanĀ  kejanggalan dalam uji sertifikasi untuk mesin diesel yang dikembangkan oleh afiliasi Toyota Industries.

Salah satu model yang disebutĀ terdampak adalah Toyota Fortuner yang diproduksi oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Meski pernyataan https://hellokas.site/ kejanggalan uji sertifikasi mobil Toyota berasal langsung dari prinsipal di Jepang, namun Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menyebut mobil produksinya tidak terdampak.

“Sehubungan dengan informasi mengenai kekurangtepatan prosedur sertifikasi 3 mesin model Toyota oleh Toyota Industries Corporation yang diumumkan pada tanggal 29 Januari 2024, kami menyampaikan bahwa isu ini tidak berdampak pada model-model kendaraan Toyota di Indonesia,” kata Bob kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/1/2024).

Berdasarkan hasil penyelidikan, Toyota Industries Corporation (TICO) yang ditugaskan Toyota Manufacturing Company (TMC) mengembangkan mesin diesel di beberapa mobil Toyota, kini memutuskan menghentikan sementara pengiriman mesin yang terkena dampak. Toyota juga memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan yang dilengkapi mesin yang terdampak.

Namun Toyota di Indonesia bersikukuh mengklaim Fortuner produksinya tidak terdampak.

“Isu ini berkaitan dengan prosedur sertifikasi di beberapa negara selain Indonesia dan tidak berkaitan maupun mempengaruhi kinerja horsepower, torsi, maupun kinerja mesin lainnya. Isu ini juga tidak berkaitan maupun mempengaruhi keamanan kendaraan serta besaran emisi yang dihasilkan kendaraan. Kami ingin mengonfirmasi bahwa kami yakin bahwa kendaraan-kendaraan kami tidak terdampak dengan isu ini,” sebut Bob.

“Namun demikian, Toyota Indonesia sebagai bagian dari keluarga besar Toyota, dengan tulus, ingin meminta maaf kepada seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan di Indonesia terkait ketidaknyamanan dan kemungkinan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh isu ini,” lanjutnya.

Sebelumnya Komite investigasi khusus ditugaskan untuk menyelidiki potensi penyimpangan peraturan sertifikasi terkait dengan sertifikasi emisi domestik yang tidak tepat pada mesin forklift dan mesin konstruksi.

“Penyelidikan menemukan bahwa kejanggalan terjadi selama pengujian output horsepower untuk sertifikasi tiga model mesin diesel untuk mobil yang ditugaskan Toyota ke TICO. Selama pengujian sertifikasi, kinerja output horsepower mesin diukur menggunakan ECU dengan perangkat lunak yang berbeda dari yang digunakan untuk produksi massal sehingga hasilnya dapat diukur untuk membuat nilai tampak lebih halus dengan variasi yang lebih sedikit,” tulis Toyota Global dalam siaran pers terbarunya, Senin (29/1/2024).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*