China Tak Terima? Jokowi Siap ‘Perang’ di WTO

Pantas Disetop Jokowi! Puluhan Tahun RI Cuma Bikin Maju China

Pemerintah Indonesia tak gentar menerapkan kebijakan larangan ekspor bijih bauksit pada tahun ini. Sekalipun ada potensi gugatan dari China di Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri BUMN Erick Thohir kompak menyatakan bahwa 90% ekspor bijih bauksit ke China. Sehingga, larangan ekspor bijih bauksit ini tentunya akan merugikan pihak China.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Krishna Hasibuan mengatakan pihaknya siap menerima konsekuensi yang akan dihadapi atas kebijakan larangan ekspor bijih bauksit yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Mengingat, kebijakan ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi di dalam negeri.

“Secara total kita siap sesuai dengan fungsi dan tugas Kementerian Perdagangan, siap mendukung program industrialisasi yang merupakan tujuan dari keputusan Presiden untuk melarang ekspor bauksit ini,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/3/2023).

Bara menyebut China sendiri saat ini merupakan pasar terbesar tujuan ekspor bijih bauksit asal RI. Dimana 90% produksi bijih bauksit dari Indonesia dikirimkan ke negeri tirai bambu tersebut.

Namun demikian, sejauh ini Kementerian Perdagangan belum mendapatkan info pasti apakah China berniat menggugat RI terkait kebijakan larangan ekspor bijih bauksit. Yang pasti, pihaknya siap apabila negara tersebut keberatan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia. “Kalau memang mereka tidak terima dengan keputusan tersebut dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ya tentu kita siap menghadapi dan kita juga sudah siap dan sudah punya pengalaman menghadapi gugatan di WTO di kasus nikel dimana kita digugat oleh Uni Eropa,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia akan menghentikan ekspor komoditas mineral mentah pada tahun ini, termasuk bauksit.

Jokowi mengungkapkan alasan di balik rencana tersebut lantaran Indonesia merupakan eksportir terbesar ketiga dunia untuk bauksit. Namun sayangnya untuk bahan jadi seperti alumunium, RI hanya menempati posisi ke-33 sebagai eksportir aluminium dunia.

Bara menyebut China sendiri saat ini merupakan pasar terbesar tujuan ekspor bijih bauksit asal RI. Dimana 90% produksi bijih bauksit dari Indonesia dikirimkan ke negeri tirai bambu tersebut.

Namun demikian, sejauh ini Kementerian Perdagangan belum mendapatkan info pasti apakah China berniat menggugat RI terkait kebijakan larangan ekspor bijih bauksit. Yang pasti, pihaknya siap apabila negara tersebut keberatan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia. “Kalau memang mereka tidak terima dengan keputusan tersebut dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ya tentu kita siap menghadapi dan kita juga sudah siap dan sudah punya pengalaman menghadapi gugatan di WTO di kasus nikel dimana kita digugat oleh Uni Eropa,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia akan menghentikan ekspor komoditas mineral mentah pada tahun ini, termasuk bauksit.

Jokowi mengungkapkan alasan di balik rencana tersebut lantaran Indonesia merupakan eksportir terbesar ketiga dunia untuk bauksit. Namun sayangnya untuk bahan jadi seperti alumunium, RI hanya menempati posisi ke-33 sebagai eksportir aluminium dunia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*