Cerita Sekte Sesat Korea Penuh Sensor, Aslinya Lebih Ngeri!

Film Series Netflix In the Name of God: A Holy Betrayal. (Tangkapan Layar Trailer Netflix)

Serial dokumenter terbaru dari Netflix berjudul ‘In the Name of God: A Holy Betrayal’ bikin heboh internet lantaran mengangkat isu kontroversial. Salah satu dari 4 sekte Korea Selatan yang dibahas dalam dokumenter tersebut adalah Jesus Morning Star (JMS).

Pemimpin JMS, Jeong Myeong-seok, mengaku sebagai reinkarnasi Yesus dan memperkosa beberapa pengikutnya dengan dalih penghapusan dosa. Salah satu yang memancing pro dan kontra adalah kesaksian profesor Kim Do-hyeong.

Ia adalah aktivis anti JMS yang pernah menjadi pengikut selama 30 tahun. Di dalam dokumenter, ia menjadi salah satu tokoh utama yang berperan penting menguak kisah gelap JMS di 3 episode pertama.

Menurut sutradara serial tersebut, Jo Sung-hyun, pemaparan yang diberikan Kim Do-hyeong sebenarnya sudah banyak yang disensor.

“Saya tahu banyak penonton yang tak nyaman dengan cerita profesor Kim Do-hyeong di dalam dokumenter ini. Namun, cerita itu hanya mewakili 1/10 dari pengalaman beliau selama 30 tahun,” kata sang sutradara, dikutip dari KoreaHerald, Minggu (12/3/2023).

“Ada lebih banyak cerita di balik sekte ini, tetapi saya tak bisa menunjukkan semuanya. Dokumenter ini sudah cukup mengerikan untuk ditonton sebagian orang. Saya sendiri kesulitan saat harus menahan diri agar tak menampilkan semuanya,” ia menambahkan.

Di lain kesempatan, profesor Kim Do-hyeong mengatakan masih banyak orang yang mencoba melindungi pemimpin JMS. Di siaran malam KBS bertajuk ‘The Live’, Kim mengatakan beberapa pengikut JMS bahkan bekerja di stasiun televisi tersebut.

“Beberapa anggota JMS juga bekerja di sini, stasiun publik KBS. Seorang direktur TV KBS dan penerjemah adalah pengikut Jeong,” ia menegaskan.

Pernyataan tersebut sontak mengundang kehebohan warganet. KBS mengatakan akan menyelidiki kebenaran hal tersebut dan mengambil langkah tegas jika kebenarannya terbukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*