Bayi 8 Bulan Diperkosa, Bakteri Mematikan di Alat Vital Korban Jadi Petunjuk Polisi Ungkap Pelakunya

Bayi mungil tidak berdosa berusia 8 bulan menjadi korban pemerkosaan dan menderita dua penyakit kelamin.

Berita mengcengangkan tersebut disampaikan oleh Kanit PPA Polda Metro Jaya Kompol Endang Sri Lestari di akun TikTok resmi Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Endang Sri Lestari mengatakan kasus bayi 8 bulan meninggal dunia setelah diperkosa adalah peristiwa paling tragis yang pernah ia tangani.

“Peristiwa ini menurut saya yang paling tragis ya,” ucap Endang Sri Lestari dikutip TribunJakarta, pada Rabu (22/11/2023).

“Itu ada kekerasan seksual yang korbannya anak usia 8 bulan,” imbuhnya.

Endang Sri Lestari menjelaskan awalnya bayi 8 bulan tersebut dibawa oleh ayahnya menggunakan sepeda motor ke rumah sakit.

Akan tetapi sesampainya di rumah sakit, bayi mungil itu meninggal dunia.

“Diketahui korban meninggalnya karena terhambat saluran oksigen pada otak,” ucap Endang Sri Lestari.

“Fakta kemudian setelah dilakukan penyidikan bahwa bayi terbekap, pada saat dibawa ke rumah sakit oleh ayahnya naik motor,”

“Saluran pernapasannya terhambat sehingga tidak sampai ke otak dan mengakibatkan bayi itu meninggal dunia,” imbuhnya.

Namun pihak rumah sakit dan kepolisian menemukan kejanggalan pada alat kelamin bayi tersebut.

Lalu dilakukan uji laboratium, akhirnya terungkap di alat kelamin bayi itu ternyata terdapat dua bakteri mematikan, yakni Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae.

Sekedar informasi bakteri Chlamydia trachomatis menimbulkan penyakit klamidia.

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang dapat dengan mudah menyebar melalui aktivitas seksual tanpa pengaman.

Sedangkan bakteri Neisseria gonorrhoeae menimbulkan penyakit Gonore.

Gonorrhea juga merupakan penyakit menular seksual yang ditandai dengan munculnya nanah pada urine.

Endang mengaku syok saat mengetahui bayi berusia 8 bulan menderita dua penyakit menular seksual.

“Kita mendalami terkait dengan ada apa dengan kemaluannya,” kata Endang.

“Setelah kita lihat disitu ditemukan bakteri Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae,”

“Kemudain kita menganalisa kenapa bayi 8 bulana ada penyakit kelamin,” imbuhnya.

Polisi akhirnya memutuskan turut melakukan uji laboratium kepada 4 saksi yang diduga sebagai tersangka pemerkosaan bayi malang tersebut.

“Maka kita lakukan uji lab kepada calon-calon pelaku yang akan kita tetapkan sebagai tersangka,” ucap Endang.

“Tentunya kita memeriksa beberapa saksi yang kita curigai sebagai pelaku,” imbuhnya.

Penyelidikan kala itu tidak berjalan dengan mudah, pasalnya para saksi dan pihak keluarga memilih bungkam.

“Kita tidak bisa mengandalkan para saksi saat itu, saksinya mundur dan keluarganya juga tidak mau melaporkan,” ujar Endang.

“Sebuah tantangan yang luar biasa,” imbuhnya.

Kemudian berdasarkan hasil uji lab ada satusaksi yang di alat kelaminnya turut terdapat bakteri Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae.

Saksi tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan bayi 8 bulan tersebut.

“Satu dari empat orang yang kita lakukan uji swab dan tes micro biologi, ada 1 yang identik,” kata Endang.

“Yang bersangkut ada juga bakteri,”

“Untuk menyakini orang itu adalah pelakunya lalu melakukan swab terhadap istrinya,”

“Ternyata istrinya juga yang sama,”

“Jadi dengan adanya identik di ketiga orang ini, kita menyakani orang ini sebagai pelaku,”

“Maka kita tetapkan orang ini sebagai tersangka,” imbuhnya.

Orang yang ternyata sudah memperkosa dan menularkan penyakit kelamin kepada bayi 8 bulan tak lain adalah paman korban sendiri.

“Ternyata tersangkanya adalah paman kandungnya sendiri yang tinggal dalam satu lingkup rumah tangga itu,” kata Endang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*